Jumat, 23 September 2011

Rumah Sakit Umum Pusat

. Jumat, 23 September 2011

Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar bakal naik status menjadi rumah sakit terakreditasi internasional. Rumah sakit tipe A ini, satu dari tujuh rumah sakit di Indonesia yang ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjadi rumah sakit bertaraf internasional.

Enam lainnya, antara lain, Rumah Sakit Cipto Mangukusumo, RS Adam Malik, dan RS Yogyakarta.RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo satu-satunya rumah sakit di Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang ditunjuk oleh Kemenkes mendapatkan akreditasi internasional.

Sebagai langkah awal, Dirjen Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Dr Supriyantoro SPP Mars telah melakukan deklarasi komitmen bersama dengan Direktur RSUP Wahidin Sudirohusodo Prof Dr Abd Kadir SP THT di pelataran rumah sakit terbesar di Kawasan Timur Indonesia ini,kemarin.

Abd Kadir mengungkapkan, deklarasi komitmen ini adalah langkah awal untuk membangun komitmen dari jajaran direksi, para dokter, paramedis, karyawan sampai pada cleaning service untuk meraih akreditasi internasional. Selanjutnya, kata dia akan dilaksanakan sosialisasi dan pembentukan kelompok kerja (pokja) yang akan bekerja.

Penilaian akreditasi akan dilakukan oleh tim dari Join Commition International (JCI) yang bermarkas di Amerika Serikat. Selama proses menuju akreditasi internasional, tim akandidampingiolehkonsultan dari Jakarta. Dia mengatakan, jika tim bekerja dengan maksimal, maka Desember tahun depan, rumah sakit ini sudah mendapat akreditasi bertaraf internasional.

Selain itu,rumah sakit akan memperbaiki infrastruktur yang berhubungan dengan persyaratan oleh JCI. Dia mengakui, kondisi gedung di rumah sakit ini bisa menjadi kendala tercapainya akreditasi internasional. Namun, dia berkomitmen akan segera membenahinya.“Yang ada sekarang masih harus ada penyempurnaan. Tapi, yang terpenting adalah komitmen dulu,”katanya.

Dia optimistis RSUP Wahidin Sudiroghusodo dapat meraih akreditas standar internasional dengan SDM tenaga medis yang dimiliki. Dia menyebutkan, rumah sakit ini lengkap dengan dokter spesialisnya dan 16 pelayanan. “Di sini ada 283 dokter.Tapi standar internasional bukan dilihat dari jumlah dokter tapi dari prosesnya,”ujarnya.

Kini, RSUP Wahidin juga tengah menjalin kerja sama dengan rumah sakit yang ada di Singapura dalam rangka peningkatan SDM tenaga medis. Kerja sama ini sebagai bagian dari upaya meraih predikat akreditasi internasional.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kemenkes yang hadir pada deklarasi komitmen ini mengatakan, butuh semangat dan komitmen dari semua pihak di rumah sakit ini untuk meraih akreditasi internasional. “Dimulai dari pelayanannya. Salah satunya adalah menerapan standartmer care. Itu yang lebih penting. Ini juga yang menyebabkan masyarakat kita lebih memilih rumah sakit di negeri tetangga,” ujarnya.

Dia menganjurkan kepada rumah sakit agar selalu berupaya meningkatkan SDM dan mengubah perilaku untuk berintegarasi pada human custumer. “Olehnya itu diperlukan komitmen untuk mengubah itu mulai dari jajaran direksi hingga cleaning service,”kata dia. Demikian catatan online Bocah-Tua-Nakal yang berjudul Rumah Sakit Umum Pusat.

0 komentar: